Gunungsitoli|Harian88 – infrastruktur ruas jalan provinsi di kepulauan nias tidak terurus dan amburadul, beberapa hari lalu (11/5), kantor UPTD Bina Marga dan Bina Konstruksi Gunungsitoli di geruduk puluhan pengunjuk rasa dari sejumlah daerah kabupaten /kota sekepulauan nias yang tergabung didalam Gerakan Perjuangan Nias (GAPERNAS).

Massa yang datang menyampaikan keluhan mereka di halaman kantor UPT meminta agar Faatulo Zalukhu selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Gunungsitoli mundur dari jabatannya, karena di nilai tidak mampu bekerja dan melakukan pengawasan melekat kepada bawahannya yang berakibat pada ruas jalan provinsi dikepulauan nias tidak terurus dan terindikasi merugikan negara.

Tidak hanya itu, Faatulo Zalukhu selaku Kuasa Pengguna Anggaran pada UPTD bina marga dan bina konstruksi gunungsitoli diduga bersengkongkol dengan bawahannya untuk melakukan Korupsi pada kegiatan pemeliharaan ruas jalan provinsi di kepulauan nias yang berlangsung sejak tahun 2013 hingga tahun 2017, dugaan tersebut mencuat setelah di peroleh informasi dari masyarakat bahwa anggaran pemeliharaan secara swakelola mencapai puluhan milyar tiap tahunnya, sementara fisik pemeliharaan tidak terlihat nyata.

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Aksi (PIAS), Paulus Sohahau Halawa mengecam keras dugaan perbuatan penipuan uang negara yang merugikan masyarakat di empat kabupaten/kota di kepulauan nias, Paulus menyampaikan agar dugaan kerugian negara yang secara berjamaah dilakukan oleh oknum pegawai UPTD dapat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum nantinya.

Tuntutan lain yang di sampaikan pada aksi tersebut yakni, Manati Zega selaku Pengurus barang/alat dinas bina marga dan bina konstruksi UPT Gunungsitoli supaya di copot, karena diduga peralatan milik dinas digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, sementara peralatan tersebut di khususkan untuk pembangunan dan pemeliharaan ruas jalan provinsi di kepulauan nias.

Hingga berita ini di turunkan, belum ada klarifikasi dari Kepala UPTD, sebab masih Dinas Luar. (az88)