Anggota DPRD Provsu Asal Nias Sebut Walikota Gunungsitoli Over

1107

Gunungsitoli|Harian88 – Fanotona Waruwu Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, sebut Walikota Gunungsitoli terlalu Over atas pernyataannya pada konferensi Pers (7/2) lalu, yang meminta kepada Gubernur Sumatera Utara mencopot Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi unit Gunungsitoli, Sumatera Utara.
Menurut Fanotona Waruwu, bahwa pernyataan Walikota Gunungsitoli tersebut terlalu over atau berlebihan.

“Walikota Gunungsitoli seharusnya terlebih dahulu melihat dan menilai wilayah yang dipimpinnya saat ini, jangan terlalu maju menilai instansi lain yang bukan dibawah kepemimpinannya, sebab belum tentu apa yang di kerjakan oleh bawahannya sudah sempurna” Kata Fanotona yang juga Sekretaris Komisi A DPRD Provsu dari Partai HANURA itu.

Di jelaskan Fanotona kepada Harian88, Senin (12/2) di Kota Gunungsitoli, bahwa Walikota Gunungsitoli sama sekali tidak punya hak serta kewenangan menilai kinerja pada Unit Satuan Kerja Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang ada di Kota Gunungsitoli atau Kabupaten lainnya.

“Yang memiliki kewenangan penuh atas kinerja Kepala UPTD Provinsi yang ada di seluruh wilayah Sumatera Utara adalah Gubernur, bukan Walikota atau Bupati, jadi saya harapkan Walikota Gunungsitoli tidak terlalu maju” sebut Fanotona

Selain itu, Fanotona Waruwu menduga adanya potensi KKN atas surat yang di sampaikan Walikota dan Bupati Nias Barat kepada Gubernur Sumatera Utara melalui Kepala BKD Provsu, yang mengusulkan salah seorang ASN lingkup Pemko Gunungsitoli menjadi Kepala UPTD.

“Saya menduga jika Walikota Gunungsitoli memiliki kepentingan tersendiri untuk melengserkan Kepala UPTD Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi unit Gunungsitoli, sebab kalau hanya sebatas menyampaikan keluhan tadinya masih masuk akal, yang anehnya disini, Walikota menyarankan kepada Gubernur untuk mencopot sekaligus mengusulkan siapa penggantinya, ini kan terkategori KKN”. Ujarnya

Fanotona menduga jika oknum yang di usulkan Walikota menjadi pengganti kepala UPTD Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi unit Gunungsitoli telah terlanjur menyetor sejumlah uang untuk memuluskan usulan tersebut.

“Saya menduga jika oknum yang di usulkan terlanjur merugi, maka saran saya kepada oknum tersebut agar segera mengambilnya kembali, kepada siapa di berikan tadinya”. Ucap Fanotona.

Di akhir konfirmasi, Fanotona Waruwu meminta Gubernur Sumatera Utara untuk tidak menanggapi surat kedua Kepala Daerah tersebut yang seakan-akan mengintervensi dan mengambil alih kewenangan pemerintah provinsi, Tutupnya. (az88)