Tanjung Balai|Harian88 – Ratusan omak omak kembali gruduk kantor DPRD Tanjung Balai kamis (13/9). Pasalny pihak Bea dan Cukai Type Madya Pabean C Teluk Nibung Kota Tanjung Balai dinilai tidak sedikitpun mematuhi dan mengindahkan amar putusan PN (Pengadilan Negeri) Medan.Berdasarkan putusan Nomor:45/Pidana.Pra/2018/PN Mdn yang telah inkrah melalui Pra pradilan terkait dengan barang dagangan yang telah dilakukan penyitaan oleh Bea dan Cukai Teluk Nibung Tanjung Balai harus dikembalikan kepada pemiliknya.

“Sikap arogansi dan tidak profesional yang dipertontonkan oleh pihak Bea dan Cukai Teluk Nibung sangat memprihatinkan.Melihat dari persoalan rakyat yang telah disampaikan kepada wakil rakyat Kota Tanjung Balai sehingga mengeluarkan rekomendasi pengembalian barang sitaan 1500 ball pers tersebut kepada pemiliknya.Namun tetap juga tidak ditaati oleh pihak bea dan cukai Teluk Nibung.”

“Oleh kerna itu kami mendesak DPRD Tanjung Balai untuk.bersikap tegas,kerna kami menilai marwah wakil rakyat dalam hal tidak di indahkannya surat resmi Nomor:170/216/DPRD/2018 perihal rekomendasi pengembalian barang sitaan milik masyarakat yang disita oleh pihak bea dan cukai Teluk Nibung,”ujar mereka.

Menyikapi hal tersebut anggota DPRD Tanjung Balai dipimpin langsung oleh wakil ketua Leaden Butar Butar mengajak ratusan omak omak tersebut mencari solusi terbaiknya.

Sementara itu anggota DPRD Tanjung Balai Hj.Nesy mengatakan kalau memang ini hasil putusan pengadilan negeri Medan yang mengatakan barang ball pers itu harus dikembalikan kepada yang punya,kenapa PN Medan tidak bisa mengeksekusi barang tersebut dari pihak bea cukai.”Oleh kerna itu panggil kemari pihak PN Medan dengan pihak Bea Cukai untuk menjelaskan persoalan ini,”ujar Hj.Nesy dihadapan para demonstrans

Sampai berita ini diturunkan ke meja redaksi,ratusan omak omak pedagang ball pers masih belum mau meninggalkan gedung DPRD Tanjung Balai.(Surya)