Moskow|Harian88 – Piala Dunia 2018 di depan mata. Tuan rumah Rusia dan Arab Saudi langsung mengawalinya, Kamis (14/6) pukul 22.00 WIB. Keduannya diyakini bakal pol-polan di Moskow.

Berlaga di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia tentu tak mau kehilangan muka. Tim racikan Stanislav Cherchesov ingin melangkah jauh di hadapan publik sendiri. Dukungan suporter dijadikan modal kekuatan.

Tapi, Arab Saudi- wakil Asia- tak bisa dipandang sebelah mata. Skuat polesan Juan Antonio Pizzi memiliki catatan lumayan di laga pemanasan. ‘The Green Falcons’ mampu menekuk Yunani 2-0 pada 16 Mei 2018. Skor yang sama dibukukan ke gawang Aljazair sepekan sebelumnya.

Italia dan juara dunia 2014 Jerman dibuat repot. Tapi, The Green Falcons akhirnya menyerah 2-1 di awal Juni lalu. Meski begitu penggawa Jerman memuji penampilan Arab Saudi.

Dikutip dari laman resmi DFB, Marco Reus mengatakan Arab membuktikan “tidak ada lagi tim yang layak disebut tim gurem”. Toni Kroos mengungkap, meski Arab Saudi “lawan yang relatif buruk”, tetapi ketika diberi kesempatan, mereka bisa berbahaya.

Berbeda dengan Rusia yang tak pernah menang dalam lima laga uji coba terakhir. Tiga berakhir dengan kekalahan: masing-masing 0-3 melawan Brasil, 1-3 dari Prancis dan dipermalukan Austria 1-0. Dua pertandingan lainnya, imbang 3-3 melawan Spanyol dan 1-1 dengan Turki.

Akibatnya peringkat FIFA tim ‘Beruang Merah’ melorot edisi Juni 2018. Tim asuhan Stanislav Cherchesov terlempar di urutan ke-70, turun empat tingkat dari edisi sebelumnya yang posisi ke-66.

Ini posisi terburuk Rusia. Cherchesov pun dihujani kritikan pedas dari berbagai media lokal. Memiliki waktu sejak diumumkan sebagai tuan rumah Piala Dunia delapan tahun lalu, Rusia bagai jalan di tempat, atau malah melangkah mundur.
Sejak mengalahkan Korea Selatan 4-2 pada 7 Oktober 2017, Rusia tidak pernah lagi mencatatkan kemenangan internasional. Meski lawan yang dihadapi di partai pertama ‘hanyalah’ Arab Saudi sang peringkat ke-60 FIFA, tetap saja dihantui kecemasan.

“Tujuh pertandingan tanpa kemenangan (terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah modern timnas Rusia di bawah pelatih yang sama) dan kemenangan nol pada 2018,” catat Alexander Sedov, penulis Gazeta.ru dikutip BBC.

Lemahnya penyelesaian akhir dan pertahanan jadi persoalan serius Rusia. Ini sangat berbahaya karena Arab Saudi mengandalkan sporadis dan serangan balik. Mohammad Al-Sahlawi bisa jadi ancaman pertahan Rusia. Striker 31 tahun itu telah kolekasi 28 gol dari 40 pertandingan bersama Arab Saudi.

Tapi, Rusia tetap diunggulkan untuk membuka keran kemenangan. Mereka akan tampil pol-polan di laga pembuka yang diyakini bakal panas.