Gunungsitoli|Harian88 – Diduga terjadi praktek pungutan liar (pungli) di Yayasan Akademi Kebidanan Harapan Keluarga (AKBID HAGA) Gunungsitoli, Sumatera Utara, dengan modus memungut biaya registrasi online kepada peserta senilai 350,000/mahasiswi, pada pengurusan STR

Salah seorang wali murid, sebut saja namanya Pak Budi (bukan nama sebenarnya) saat di temui Harian88, Jumaat (12/1) di kediamannya di kota Gunungsitoli, mengeluhkan jika biaya pengurusan STR anaknya melalui Tata Usaha (TU) Akbid Haga sangat tidak wajar, sebab registrasi yang di lakukan melalui online.

“Biaya itu sangat tidak wajar, kalau hanya 50 ribu tadinya di minta oleh Yayasan mungkin masih wajar, lagi pula pengurusan registrasi itu kan melalui online, dan sebenarnya siswa yang telah lulus bisa melakukan registrasi sendiri jika pihak yayasan mau terbuka untuk memberikan informasi kepada siswi bagaimana proses melakukan registrasi yang benar”. Ujarnya

Di jelaskan Pak Budi, pemberitahuan untuk proses registrasi tidak transparan kepada masyarakat, hal itu di buktikan dengan di tempelnya pemberitahuan persyaratan pengajuan pengurusan STR online di salah satu ruangan di kantor tata usaha yayasan Akbid Haga.

Selain itu, sebelum pengurusan STR online ini, pihak yayasan juga meminta biaya sebesar 100 ribu kepada siswi peserta pengajuan STR online untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi” beber pak Budi.

Sementara saat di temui salah seorang staf Tata Usaha Yayasan Akbid Haga, dengan berpura-pura meminta informasi cara registrasi STR online, Jumat (12/1) pagi.

Oknum staf tersebut mengajak ke sebuah ruangan untuk memperlihatkan pemberitahuan persyaratan pengajuan pengurusan STR online yang telah ditempel di sebuah lemari dan memberi penjelasan.

“Setelah melakukan registrasi, apabila telah mendapat nomor kode pembayaran di bank maka di setor oleh bersangkutan sebesar 100 ribu rupiah, dan biaya untuk pengurusan ke MTKP (Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi) senilai 250 ribu”. Kata oknum staf tersebut.

Belum ada klarifikasi dari Direktur Yayasan Akbid Haga Gunungsitoli terkait dugaan tersebut. (az88)