Medan|Harian88 – Terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan Mobil Rental, Petugas Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Poldasu masih memburu beberapa mobil yang digelapkan Briptu AAH , anggota Sat Natkoba Polrestabes Medan.
“LP yang ada sama kita ada 4 dan mobil yang kita sita sudah 3 unit, masih ada lagi yang kita buru. Kemungkinan tersangka lebih dari empat kali melakukan kejahatan dengan modus rental,” kata Dirreskrimum Poldasu Kombes Andi Rian melalui Kasubdit IV/Renakta Ditreskrimum AKBP Leonardo D Simatupang kepada wartawan, Jumat (13/4) siang.

” Kita sudah menahan oknum Polwan itu. Masyarakat yang pernah berhubungan dengan Briptu AA agar melapor ke Poldasu,” kata AKBP Leonardo D Simatupang sambil memperlihatkan bukti laporan pengaduan nomor STTLP/393/XII/2017/SPKT “III” pada 22 Maret 2018 atasnama pelapor Hendra Wijaya.

Disebutkan, Briptu AA ditahan atas dugaan kasus jual beli mobil bodong dan juga diduga menipu pengusaha mobil rental dengan modus over kredit kepada para korbannya.

Para korban antara lain, Hendra Wirawan (47), warga Jalan Biruang, Kelurahan Pandau Hulu I, Kecamatan Medan Kota, Julianto Sembiring, Dian dan Sukardi Ginting.

Sementara mobil yang digelapkan antaralain mobil Ertiga BK 1204 EB & Avanza BK 1325 IS sedangkan Innova BK.1953 AM milik Julianto sembiring sudah dikembalikan dan uang rental belum dibayar mencapai puluhan juta serta uang Rp100 juta milik salah seorang pemilik mobil.

Julianto Sembiring, yang juga korban sekaligus pemilik mobil Innova BK 1953 AM menceritakan, pelaku merental mobilnya pada 10 Oktober 2017 lalu kemudian dikembalikan 9 November. Kemudin, pelaku juga merental dua unit lainnya.
“Jadi, pelaku ini merental tiga unit mobil sekaligus yaitu Innova, Ertiga dan Avanza untuk satu bulan ke depan. Harga rentalnya berbeda-beda, untuk Avanza dan Ertiga masing-masing Rp6 juta sebulan. Sedangkan, Innova Rp9 juta per bulan,”kata Julianto kepada wartawan.

Dikatakan Julianto, setelah sebulan berlalu atau masa rental habis pelaku meminta memperpanjang dan dibayarnya. Begitu juga bulan berikutnya. Namun, memasuki bulan selanjutnya pembayaran yang dilakukan pelaku tersendat.
“Awal dan bulan kedua bayar semua. Ketiga hanya bayar sebagian (Rp3 juta) dan keempat tidak sama sekali. Jadi, total yang belum dibayar Rp15 juta. Tapi untungnya mobil saya sudah sempat dikembalikan,” ujarnya.

Korban lainnya, Dian, pemilik mobil Ertiga BK 1204 EB menuturkan sewaktu merental, pelaku melampirkan identitas dan fotocopy Kartu Tanda Anggota Polri. Alasan menyewa mobil untuk keperluan dinas.

“Setelah masa rentalnya habis dan minta diperpanjang, saya tidak langsung menerima. Soalnya, ingin melihat mobilnya dulu. Namun, pelaku tak bisa menghadirkan sehingga tidak diperpanjang,” ungkap Dian.

Karena tak dapat menghadirkan, sambung Dian, ia pun menaruh curiga. Namun, pelaku beralasan mobil sedang berada di luar kota.

Dian menyatakan dirinya mendapat kabar kalau mobil miliknya Ertiga yang dirental pelaku telah diamankan Polda Sumut.
Korban Sukardi Ginting pemilik mobil Avanza BK 1325 IS juga mengatakan, pelaku menyewa mobil miliknya seharga Rp6 juta sebulan.

“Jadi, pelaku ini merental mobil sekaligus tiga pada waktu yang sama. Bulan pertama dan kedua lancar. Masuk bulan ketiga tak jelas hingga sekarang enggak ada kabar,”katanya.(koto88)