Gunungsitoli|Harian88 –¬†Polres Nias, Sumatera Utara tetapkan dan menahan AM alias AA (42), Warga Desa Fadoro Lalai, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias yang merupakan Kades Fadoro Lalai, sebagai pelaku tindak pidana dengan pasal 83 ayat 1 huruf A jo pasal 12 huruf e dari Undang Undang Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, AM alias AA sebagai pemilik kayu kita tetapkan sebagai tersangka pada 5 Januari yang lalu, dan di tahan sejak tanggal 9 Januari 2018”. Ujar Kapolres Nias AKBP. Erwin Horja H Sinaga, SH, S. Ik melalui Paur Subbag Humas Polres Nias Bripka Restua Gulo, Sabtu (13/1).

AM ditetapkan sebagai tersangka karena memuat, membongkar, mengeluarkan, mengangkut, menguasai dan atau memiliki hasil penebangan di kawasan hutan tanpa izin/ tidak dilengkapi dengan surat keterangan sah hasil hutan berupa kayu olahan, AM di ancam hukuman 5 tahun penjara.

Penangkapan kayu olahan yang hendak di bawa ke luar Pulau Nias melalui pelabuhan Gunungsitoli pada 30 Juli 2017 lalu, Kapolres Nias yang langsung turun, menyita barang bukti berupa satu unit mobil cold diesel dengan nomor polisi BB 8752 MC. satu lembar asli nota angkutan hasil hutan kayu budidaya yang berasal dari hutan hak yang ditandatangani oleh pemilik hutan hak atas nama Atulo’o Mendrofa.

satu lembar asli nota angkutan lanjutan hasil hutan kayu budidaya yang berasal dari hutan hak yang ditandatangani oleh GANISPHPL PKBTPKRT atas nama Atulo’o Mendrofa dan kayu gergajian jenis kayu durian yang telah diolah menjadi papan dan reng berjumlah 10,3462 meter kubik.dengan rincian papan sebanyak 440 Lembar dan Reng sebanyak 425 batang.

Hingga berita ini diturunkan, belum di peroleh informasi terkait batas kawasan hutan lindung/hutan budi daya yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Dinas Kehutanan Kabupaten Nias, agar masyarakat lebih berhati-hati dan tidak menjadi tersangka berikutnya. (az88)