Humbahas|Harian88 – Menekan angka pengangguran di daerah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Pemerintah daerah setempat melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) cetak 16 orang tenaga penjahit pakaian wanita.

Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Disnaker Humbahas melalui Kasi Pelatihan, Hariandi Sitanggang dalam penutupan pelatihan menjahit pakaian dalam rangka program peningkatan kompetensi dan produktivitas Disnaker, Senin (30/4) mengatakan, bahwa pihaknya bersama instruktur lokal telah melakukan pelatihan kursus jahit-menjahit kepada 16 peserta pakaian wanita selama 35 hari.

Kepada 16 peserta pelatihan menjahit pakaian wanita itu diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru.

Salahsatu peserta pelatihan menjahit, Rose Bintang Nainggolan menyampaikan terimakasih kepada pemerintah yang menggelar pelatihan kursus menjahit.

Dia menguraikan, bahwa sebelumnya belum bisa mengoperasikan mesin jahit. Namun berkat pelatihan tadi, dirinya sudah bisa menjahit pakaian sendiri dan pakaian anak-anak.

“Mewakili para peserta, kami menyampaikan terimakasih menjadi peserta pelatihan kursus menjahit. Sebab dengan menjahit, setidaknya kami sudah bisa mandiri tanpa harus bergantung kepada suami,” ujarnya.

Sementara, Kadis Naker Humbahas Jonni Gultom menyampaikan terimakasih pelatihan menjahit tersebut berjalan lancar tanpa kendala.

Melalui pelatihan selama 35 hari, Jonni mengakui bahwa peserta belum bisa dikatakan mahir atau profesional. Tapi sudah para peserta sudah memiliki modal dasar dalam pengembangan untuk menjadi seorang penjahit.

“Kembangkanlah ilmu yang anda dapat. Sebab anda sudah memiliki modal dasar,” ungkapnya.

Setelah pelatihan menjahit itu, kata Jonni, pihaknya kan memberikan satu unit mesin jahit. Mesin jahit tersebut diharapkan sebagai sahabat sekaligus sebagai modal awal untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selam 35 hari.

“Ingat, anda dilatih bukan untuk menghabiskan uang APBD. Bersyukurlah anda mendapatkan kesempatan untuk dilatih menjahit. Dengan bekal ilmu dan satu unit mesin jahit, anda diharapkan menjadi wanita pembangun, profesional yang bisa membuka usaha menjahit. Sebab sia-sia pelatihan ini jika anda tidak membuka usaha menjahit,” tukasnya.

Dia juga memaparkan, bantuan mesin jahit yang diberikan pemerintah akan tetap dipantau. Jika mesin jahit tadi tidak digunakan, maka pemerintah berhak menarik kembali mesin jahit tersebut.

Jonni juga mendukung peserta pelatihan menjahit itu membuka rumah kreatif kerja. Sebab dengan rumah kreatif tadi, para peserta pelatihan itu dapat berkolaborasi dan lebih mudah dibina oleh pemerintah. (Bs88)