Medan|Harian88 – Ketua Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) DPRD Sumatera Utara, Toni Togatorop menyoroti dan mengkritisi adanya surat edaran Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) tentang percepatan tanaman jagung bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan tersebut. Toni menilai surat edaran tersebut tidak layak dikeluarkan dan diintruksikan kepada seluruh ASN.

Berdasarkam surat edaran bupati bernomor 520/332/DP/ I / 2018 yang diperoleh wartawan, kemarin, bahwa surat tersebut disebutkan dalam rangka mensukseskan percepatan pelaksanaan perluasan areal tanam (PAT) jagung di Kabupaten Humbahas, maka dintruksikan kepada setiap ASN agar mempunyai kelompok tani binaan dan/atau tergabung menjadi anggota kelompok tani serta melaksanakan pertanaman jagung.

Yakni dengan luas sebagai berikut, eselon II diharuskan melaksanakan pertanaman jagung seluas 1 hektar, eselon IIId diharuskan melaksanakan pertanaman jagung seluas 0,5 hektar, eseloan IV seluas 0,25 hektar dan staf seluas 2 rante.

Dalam surat ditandatangani Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor tersebut juga dimintakan kepada Dinas Pertanian agar mengjntruksikan percepatan pelaksanaan pertanaman jagung kepada THL TB – PP dan PPS Desa se Kabupaten Humbahas. Begitu juga kepada Dinas Pendidikan diminta agar mengjntruksikan percepatan pelaksanaan pertanaman jagung kepada UPT Pendidikan, Kepala Sekolah dan para guru se Kabupaten Humbahas.

Selanjutnya kepada Dinas Kesehatan juga dimintakan agar mengjntruksikan percepatan pelaksanaan pertanaman jagung kepada UPT Puskesmas Pembantu dan Poskesdes se Kabupaten Humbahas. Terakhir kepada Camat juga dimintakan agar mengintruksikan kepada para kades agar melaksanakan pertanaman jagung di wilayah kerja masing-masing seluas 0,5 hektar.

“Bagaimana ASN bisa bekrja mksimal kalau malah disuruh kembali ke ladang. Kebijakan bupati ini sangat tidak poluler, karena dengan kembali bertani, ASN justeru akan lupa dengan tugas-tugasya,” kata Anggota Komisi B ini. (jamlun88)