Medan|Harian88 – Unit Subdit III Jahtanras Polda Sumut berhasil meringkus dua pelaku perampokan spesialis penumpang pesawat. Kedua tersangka ini takni, Abdullah (29) warga jalan Sei Mencirim dan Dedi (36) warga Jalan Simpang Pos. Kedua pelaku ini terpaksa ditembak dibagian betis kirinya karena mencoba untuk melawan ketika hendak ditangkap. Penangkapan kedua pelaku ini berdasarkan LP/709/K/V/SPKT 2018 Polsek Sunggal.

Informasi yang dihimpun penangkapan ini berhasil dilakukan berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat dan dari media massa yang memberitakan tentang tangkapan dari Polsek Sunggal yang menyatakan ada dua pria yang acapkali melakukan perampokan dengan modus jasa angkutan dari Bandara Kualanamu ke Kota Medan.

DirKrimsus Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian melalui Kasubdit III Jahtanras SKBP Maringan Simanjuntak diruangannya, Senin (14/5/2018) mengatakan penangkapan dilakukan setelah pihaknya melakukan pengintaian terhadap kedua tersangka yang sudah menjadi Target Operasi (TO) karena sudah sangat meresahkan warga masyarakat.

Pihaknya berhasil mengamankan kedua tersangka saat berada di Jalan Simpang Pos tepatnya di rumah Dedi. Selain mengamankan kedua pelaku petugas juga berhasil menyita hasil rampokannya berupa, 1 tas sandang, 1 koper beridikan pakain, 2 kalung emas, 2 cincin emas, 2 pasang anting, uang kontan 500 ribu, uang dolar, uang ringgit Malaysia ditaksir 2 jutaan, ATM Danamon udah diambil Rp.5 juta, ATM BRI uang diambil senilai Rp.5 juta. Hp 2 unit dengan nomor. 0811614……. 1 unit mobil Avanza BK 1143 FJW warna Silfer. Keseluruhannya diboyong ke Komando.

“Kita sudah mengetahui ciri-ciri tersangka beserta mobil yang sering digunakan tersangka. Mengetahui melintas di seputaran Jalan Kenanga Raya, kita langsung ke sana dan melakukan pencegatan.

Lanjut Maringan, kedua tersangka ini melakukan niat jahatnya dengan cara mengetem di Bandara Kualanamu Deli Serdang Sumatera Utara dan mencari penumpang yang hendak mau ke Kota Medan. “Si Dedi ini yang mencari sewa. Sedangkan si Abdullah menunggu di mobil. Dedi mencari penumpang dengan mengatakan Medan, Medan, Medan. Baru ada penumpang yang menyahut, langsung si Dedi membawa ke mobilnya,”ujarnya.

Setelah itu, sambung Maringan penumpang yang diketahui bernama Nugrahi Sri Utami (22) warga Jalan Ahmad Yani No 27, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat ini langsung memasuki mobil Toyota Avanza warna Silver pelat B 1143 FZA.

Sesampainya di mobil, korban terkejut melihat Abdullah ada di mobil. Biar korban tidak curiga, kalau tersangka Dedi bilang kalau itu penumpang yang sampai di simpang Tanjungmorawa. Mendengar hal itu, korban pun percaya dan langsung masuk kedalam mobil perampok tersebut.

Mobil pun langsung bergerak dari Bandara Kualanamu menuju Kota Medan. Namun saat mobil sudah jalan, dua orang tersangka itu langsung mengancam korban dengan kata-kata akan diperkosa dan akan dibunuh.

“Mendengar ancaman itu, korban langsung ketakutan tanpa pikir panjang korbanpun memberikan harta yang ada dalam mobil perampok tersebut. Dengan leluasa para penjahat inipun menggerayangi korban, wanita muda ini tidak bisa berbuat banyak karena lehernya sudah ditempel dengan senjata tajam. Ujar Maringan. Tidak sampai disitu kedua pelaku yang tergolong sadis ini juga memaksa korban meminta no pin ATM miliknya dan karena diancam, korban pun memberikannya.

Setelah pin ATM di dapat, kedua pelaku langsung singgah di ATM yang berada di Bandar Selamat dan menggasak uang korban sebanyak Rp6,7Juta.

“Korban juga mengalami pelecehan seksual di dalam mobil. Kedua tersangka ini memegang payudara dan kelamin korban,”terang Maringan.

Tidak sampai di situ, sambung Maringan, korban dibawa keliling sampai ke tol Binjai dan kembali melewati Plaza Manhattam yang akhirnya korban diturunkan di Jalan Bunga Raya persis di depan kantor PLN Sunggal sambil memberikan uang sebanyak Rp700 Ribu,”katanya.

Tidak lama setelah korban dirurunkan personil kita langsung membuntutinya hingga kerumah Tsk bernama Dedi. Dalam hal ini mereka sama sekali tidak mengetahui kalau dirinya terus dikejar. Tanpa pikir panjang anggota kita menangkap mereka di rumah Tersangka Dedi.

Keduanya ditangkap pada Jumat (10/5/2018) lalu. Kedua tersangka, disangkakan dengan Pasal 365 dengan ancaman hukuman di atas 12 tahun penjara.(koto88).