Gawat!… Kadis LH Gunungsitoli Diduga Lindungi Usaha Pencemar Lingkungan

1211

Gunungsitoli|Harian88 – Terkait keberadaan RSU Bethesda yang akhir-akhir ini berkembang isu bahwa tidak memiliki izin terkait pengelolaan lingkungan hidup, yaitu Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) atau Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) bagi usaha dan atau kegiatan yang telah berjalan sebelumnya, sesuai Permen LH No. 5 Tahun 2012. Sehingga RSU Bethesda diyakini tidak memiliki Izin Lingkungan AMDAL/DELH serta Izin IPAL dan Izin TPS Limbah B3. Rabu 14/02/2018.

” Kita telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Lingkingan Hidup Kota Gunungsitoli melalui surat No. 035/FOBSIT/XII/2017 tanggal 28/12 2017 dan surat kedua No. 036/FOBSIT/XII/2018 tanggal 09/01/2018, namun hingga saat ini tidak pernah ditanggapi oleh Instansi tersebut.
Kata Edward Lahagu ketua LSM-FOBSIT Itu.

Selanjutnya, Malah telah beberapa kali saya menjumpai langsung Yarniwati Gulo Kadis Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli untuk mempertanyakan keberadaan RSU Bethesda yang diduga tidak memiliki DELH/AMDAL dan Izin Lingkungan terkait pengelolaan lingkungan hidup, Ungkap Edward lahagu.

Namun diwaktu terpisah saat dijumpai Yarniwati Gulõ Kadis Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli menjawab,” bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli tidak berwenang untuk menjawab surat LSM-FOBSIT , Tutur Yarniwati Gulõ

Hal ini ditanggapi oleh faigi Asa Bawamenewi SH. Salah satu tokoh masyarakat Yang berdomisili di area kota Gunungsitoli mengatakan,” Pejabat yang tidak mau transparan, menunjukkan ketidak benaran dan ketidak mampuan pejabat itu memangku jabatan itu, cetusnya faigi Asa Bawamenewi SH lewat via WA Kepada Wartawan.

Selanjutnya, Trisman Zebua Sekretaris LSM-FOBSIT Mengatakan,” Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli tidak memiliki SDM pengawas lingkungan. Malah beliau pernah memberi pernyataan seolah-olah membela RSU Bethesda dengan menyatakan bahwa ”RSU Bethesda memiliki Incinerator pemusnah Limbah B3, namun saat ini telah dipindahkan ke salah satu lokasi di daerah Kab. Nias Selatan”. Padahal setelah kita melakukan pemantauan dan konfirmasi dengan beberapa masyarakat sekitar RSU Bethesda, mereka menyatakan bahwa tidak pernah mengetahui/melihat bila RSU Bethesda pernah memiliki alat pemusnah Limbah B3. Ungkapan Tris dengan tegas.

Dari pantauan Harian88, Berkenaan dengan jawaban Kadis Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli tersebut, maka LSM-FOBSIT telah menyurati Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara di Medan untuk meminta informasi data keberadaan RSU Bethesda sesuai surat No. 039/FOBSIT/I/2018 tanggal 26 Januari 2018 dan telah dibalas oleh Dinas LH Prov. Sumatera Utara pada tanggal 31 Januari 2018 melalui surat No. 289/Dis.LH-SU/S/2018, menyatakan bahwa informasi data dan dokumen terkait keberadaan RSU Bethesda Gunungsitoli menyangkut tentang DPLH, UKL-UPL/AMDAL, Izin Lingkungan, Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dan Incinerator pemusnahan Limbah B3, merupakan kewenangan Dinas LH Kota Gunungsitoli.

Kemudian, Berdasarkan jawaban Dinas LH Prov. Sumatera Utara tersebut, maka LSM-Fobsit kembali melakukan klarifikasi kepada Ibu Kadis LH Kota Gunungsitoli, namun tidak pernah ditanggapi. Kuat dugaan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli dibawah kepemimpinan Kadis YARNIWATI GULO melakukan pembiaran atas tindakan RSU Bethesda merusak lingkungan hidup, dengan tidak mengelola limbah cair melalui IPAL dan limbah padat dengan menyediakan TPS Limbah B3 sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seharusnya bila ada pengawasan yang baik dari Dinas LH Kota Gunungsitoli, tindakan pencemaran lingkungan hidup oleh RSU Bethesda tidak terjadi. Namun bila tetap membandel, RSU Bethesda dapat di rekomendasikan oleh Dinas LH Kota Gunungsitoli kepada Walikota Gunungsitoli untuk segera ditutup, tutur edu saat dijumpai di rumahnya. (Tim).