Yogyakarta|Harian88 – Empat (4) orang luka-luka akibat penyerangan seorang pria berparan di di Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog Yogyakarta, Mingggu (11/2/2018).

Penyerangan oleh pria tidak dikenal tersebut terjadi saat dilakukan misa ekaristi sekitar pukul 07.45 WIB yang dipimpin Romo Prier.

Pelaku tanpa alasan jelas langsung menyerang jemaat gereja dan romo.

Setelah mendapat laporan dari warga, polisi kemudian menuju Gereja Bedog untuk menangkap pelaku.

Polisi dari Polsek Gamping yang dihubungi via telepon selanjutnya mendatangi TKP.

Aiptu Munir kemudian mencoba melakukan negosiasi kepada pelaku agar menyerahkan diri,” demikian bunyi laporan polisi yang

Namun bukannya menyerahkan diri, pelaku malah berusaha menyerang balik polisi. Sehingga petugas akhirnya mengeluarkan tembakan peringatan. Sayangnya, pelaku tak mau menyerah. Dia malah menyerang tangan Aiptu Munir hingga melukainya

 

Polisi kemudian terpaksa mengeluarkan tembakan ke arah pelaku. Peluru mengenai perut pelaku sehingga dapat dilumpuhkan dan dibawa ke RS UGM.

Pelaku berpakaian kaos hitam, berperawakan kurus dan berambut panjang tersebut akhirnya berhasil dibekuk. Hingga kini belum diketahui motif dan identitas pelaku.

Setelah tragedi penyerangan terhadap Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog, Sleman, Yogyakarta, sekitar pukul 09.10 WIB, anggota Dewan Unit Kerja Presiden bidang Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Ahmad Syafii Maarif atau biasa disapa Buya langsung meninjau lokasi kejadian.

Kedatangan Buya ke Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog, Minggu (11/2) langsung disambut oleh pengurus gereja. Buya terlihat mengenakan kaos hitam dan celana panjang abu-abu.

Buya mengaku prihatin dengan kejadian penyerangan di gereka tempat umat beribadah ini.