HARGA minyak dunia berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena para investor melihat tanda-tanda meningkatnya permintaan tahun ini.

Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi proyeksinya untuk pertumbuhan ekonomi dunia pada 2018 dan 2019 menjadi 3,9% pada Senin 22 Januari 2018.

Para ahli mengatakan perkiraan IMF tersebut selanjutnya memperbaiki prospek permintaan yang sudah cerah di pasar minyak.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, naik USD0,90 menjadi menetap di USD64,47 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, naik USD0,93 menjadi ditutup pada USD69,96 per barel di London ICE Futures Exchange.

Dengan naiknya harga minyak dunia, tentu akan memengaruhi harga BBM di Indonesia.

Seperti yang diketahui, PT Pertamina (Persero) menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite Rp100 per liter. Dengan demikian harga Pertalite saat ini menjadi Rp7.600 per liter.

Sebelumnya, harga Pertamax juga naik Rp200 per liter menjadi Rp8.600 per liter.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito membenarkan kenaikan harga Pertalite dari sebelumnya Rp7.500 menjadi Rp7.600 per liter.

“Iya sudah naik Rp100 per liter,” singkatnya saat dihubungi Okezone.

Menurutnya, alasan kenaikan harga BBM dengan RON 90 ini karena harga minyak mentah dunia yang terus merangsek naik. Oleh karena itu dilakukan penyesuaian tarif.

“Karena bahan bakunya sudah naik,” tuturnya.