Medan|Harian88 – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Sumatera Utara minta kepada nelayan tradisional Desa Kualuh Gebang, Kabupaten Langkat agar jangan bentrok dengan nelayan pukat layang yang menangkap ikan di perairan tersebut.

Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Nazli, di Medan, Sabtu, mengatakan nelayan penangkap ikan pukat layang yang memasuki daerah nelayan tradisional itu, jangan sampai disakiti dan serahkan saja proses hukumnya kepada pihak berwajib.

Nelayan pukat layang yang beroperasi di daerah nelayan tradisional, menurut dia, tidak perlu dianiaya, karena juga sesama satu profesi yang sedang mencari nafkah di laut.

“Sesama nelayan harus saling menghormati dan tidak perlu terjadi perkelahian di tengah laut, dan tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum,” ujar Nazli.

Ia mengatakan, nelayan tradisional yang bertindak main hakim sendiri, juga akan mengalami kerugian karena akan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Oleh karena itu, jelasnya, nelayan jangan mau dipropokasi untuk melakukan hal-hal yang tidak diingini dan bertentangan dengan hukum.

“Nelayan tradisional harus mematuhi hukum dan jangan bertindak di luar kewenangan karena akan merugikan diri sendiri,” ucapnya.

Nazli menyebutkan, puluhan kapal nelayan tradisional diduga berasal dari Borboran Sei Bilah Kecamatan Sei Lepan yang mengejar-ngejar nelayan pukat payang dan tidak perlu dilakukan.

Karena hal tersebut, bukan menyelesaikan permasalahan, melainkan justru menimbulkan permusuhan diantara sesama nelayan.

Apalagi, diantara nelayan tradisional tersebut ada yang terlihat mengacungkan-gajungkan senjata tajam, perbuatan seperti ini jelas melanggar hukum dan harus dihindari.

“Serahkan permasalahan wilayah tanngkapan nelayan tradisional dengan nelayan pukat layang itu, kepada Dinas Perikanan Kabupaten Langkat atau instansi terkait lainnya dan jangan bertindak sendiri,” kata Wakil Ketua HNSI Sumut itu.

Sebelumnya, Nelayan Gebang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengamankan pukat layang yang memasuki perairan Desa Kuala Gebang dan mengamankan salah seorang nelayan berinisial SUT, asal Sei Bilah Kecamatan Sei Lepan.

Memang ada nelayan yang mengoperasikan pukat layang diamankan nelayan Gebang, namun sudah ditangani oleh pihak Satpol Air pos Pangkalan Brandan, kata Kapolsek Gebang AKP Selamat Riyadi di Gebang, Kamis.

Sementara itu berdasarkan laporan Kanit Intel Polsek Gebang Aipptu Arip Purnomo, sekitar pukul 07.00 WIB telah diamankan oleh masyarakat nelayan Dusun III Desa Kuala Gebang salah seorang nelayan berinitial SUT yang menggunakan pukat layang masuk ke perairan Kuala Gebang.

Warga nelayan di daerah itu merasa keberatan dan mengamankan pengguna kapal pukat layang berikut pukat layang yang digunakan.

Kemudian sekitar pukul 09.30 WIB datang sekitar 60 sampan yang diduga berasal dari Borboran Sei Bilah Kecamatan Sei Lepan ke perairan sekitar Kuala Gebang yang beberapa orang terlihat mengacungkan senjata tajam.

Akibatnya warga Dusun III Kuala Gebang bersiap untuk melakukan pembelaan namun berhasil diredam oleh petugas polisi, koramil setempat sehingga tidak terjadi bentrokan.