Humbahas|Harian88 – Untuk menjamin harga produksi jagung di daerah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Pemerintah daerah setempat jalin kerjasama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) Medan. Demikian disebut Kadis Pertanian Humbahas, Junter Marbun kepada wartawan di kantornya, kemarin.

Dijelaskan, melalui kerjasama dengan PT CPI petani jagung dari Humbahas dapat menjual hasil produksi jagung Rp 3.650 per kg dengan kadar air 15 persen.

Katanya dengan kerjasama ini, pihaknya dari Pemkab hanya memfasilitasi petani kepada pihak PT CPI di Medan. “Untuk sementara pihak CPI sudah menerima 10 ton lebih produksi jagung dari Humbahas. Selanjutnya kerjasama ini akan kita tuangkan dalam MoU sehingga petani semakin percaya diri atas jaminan harga,” tukasnya.

Selain kadar air 15 persen, katanya, dalam kerjasama itu pihak CPI juga menerima produksi jagung diatas kadar 15 persen dengan cacatan harga disesuaikan.

Dengan kerjasama diatas, Junter mengimbau petani jagung tidak galau dan kawatir lonjakan produksi berpengaruh terhadap harga jual. “Sepanjang kadari air jagung tersebut 15 persen PT CPI dapat menerima jagung sebanyak mungkin dengan harga Rp 3650 per kg,” sebutnya.

Sekaitan dengan itu, anggota DPRD Humbahas Bukka Lumban Toruan saat dimintai tanggapannya mengaku mendukung perhatian pemerintah yang perduli nasib petani jagung.

“Sesuai program pemerintah dalam meningkatkan swasembada pangan, sudah pasti produksi produksi jagung melonjak termasuk di Humbahas. Untuk menjamin harga jagung tersebut sudah sepatutnya pemerintah membuka peluang pasar,” tukasnya.

Terpisah ketua kelompok tani nelayan andalan (KTNA) Kecamatan Parlilitan Sunday Sihotang kepada wartawan mengaku mengapresiasi pemerintah yang memperhatikan nasib jagung dari Humbahas. Sebab satu pekan terakhir, harga jagung di Kecamatan Parlilitan sekitar Rp 2700-Rp 2800 per kg.

Namun terkait kadar air, kata Sunday, sejauh ini petani kurang paham dan tidak tahu menahu kadar air yang 15 persen. “Petani hanya tahu, pasca panen, jagung itu di jemur setelah kering selanjutnya dijual ke tengkulak. Bagaimana kadar air jagung yang dijual petani kepada tengkulak, mereka kurang paham,” tukasnya.

Dia juga berargumen, jika Pemkab mau membantu petani, silahkan difasilitasi alat untuk mengukur kadar air jagung. Agar kedepan para petani mengetahui berapa kadar air jagung yang akan dijual, katanya. (Bs).