Medan |Harian88 – Masyarakat dan Kades (kepala desa) Lau Buluh serta Kades Kutamale Kecamatan Kutabuluh Kabupaten Karo mengeluhkan “hancur-leburnya” jalan menuju desa mereka dan sudah belasan tahun tidak pernah tersentuh pembangunan, sehingga desa tersebut terancam terisolir dan hasil-hasil pertanian sangat sulit dipasarkan ke kabupaten maupun kecamatan.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Sumut Dapil (daerah pemilihan) Karo, Dairi dan Pakpak Bharat Siti Aminah Peranginangin SE MSP kepada wartawan, Kamis (12/10) melalui telepon seusai bertemu dengan 16 Kades se-Kecamatan Kutabuluh Kabupaten Karo di Desa Kutabuluh Gugung.

“Jalan Desa Laubuluh menuju Desa Kuta Male sudah sangat hancur-hancuran, sangat sulit dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Apalagi jika hujan turun, jalan tersebut berlumpur, mobil jeep gardan dua juga tidak berani lewat, karena kerap kandas dan lengket, sebab sudah belasan tahun tidak pernah tersentuh pembangunan,” tandas Siti Aminah.

Akibatnya, tandas mantan Ketua DPRD Karo ini, kedua desa yang berada di pinggiran Kecamatan Kutabuluh tersebut terancam terisolir dan hasil-hasil pertanian masyarakat juga sangat sulit dipasarkan ke ibukota kecamatan maupun kabupaten, sehingga besar harapan masyarakat kepada Siti Aminah Peranginangin untuk menyampaikan keluhan mereka kepada Pemkab Karo.

Namun Siti Aminah dalam pertemuan yang dihadiri ratusan masyarakat Desa Kutabuluh Gugung, Camat Kutabuluh yang diwakili Kasi Pemerintahan Umum Rukun Sembiring, Dinas Perikanan dan Kelautan Provsu Leandriana Naibaho, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provsu Eru Suwondo dan sejumlah SKPD Karo menjelaskan, bahwa Jalan Desa Laubuluh dan Desa Kuta Male sudah pernah dianggarkan di APBD Karo TA 2012 sebesar Rp2,7 miliar.

“Ketika saya menjabat pimpinan DPRD Karo pada tahun 2012, saya sudah mengalokasikan anggaran pembangunan jalan kedua desa itu di APBD Karo sebesar Rp2,7 miliar. Tapi terakhir saya mendapat informasi, proyek tersebut diduga fiktif, karena anggarannya sudah dicairkan, tapi fisiknya tidak dikerjakan di lapangan,” ujar Siti Aminah.

Masyarakat dan Kades kedua desa tersebut juga mengakui, bahwa jalan menuju desa mereka tidak pernah dibangun pada tahun 2012, sehingga kondisinya saat ini sangat mengkuatirkan dan sangat tidak layak lagi sebagai jalan desa, karena keadannya lebih parah dari jalan ke ladang.
Jalan Desa Kutabuluh Gugung

Sementara itu, Siti Aminah juga menerima keluhan masyarakat Desa Kutabuluh Gugung menyangkut rusaknya jalan menuju desa mereka dan sebahagian ada yang sudah longsor, sehingga sangat menganggu arus lalu-lintas antar desa. “Jalan menuju Desa Kutabuluh Gugung mulai dari batas Lau Rakit – Desa Kutabuluh hingga Kutabuluh Gugung kondisinya rusak dan berlubang serta ada sebahagian mengalami longsor,” ujar Siti Aminah.

Berkaitan dengan itu, Siti Aminah meminta Pemkab Karo agar memperhatikan keluhan masyarakat beserta Kades se-Kecamatan Kutabuluh yang sangat mengharapkan infrastruktur jalan desa mereka dilakukan perbaikan, demi kelancaran transportasi sekaligus memudahkan pemasaran hasil-hasil pertanian ke ibukota kabupaten maupun kecamatan.(jamlun88)