California|Harian88 – Negara bagian California, Amerika Serikat (AS), dilanda bencana kebakaran hutan hebat. Hingga saat ini, pemadam kebakaran masih berupaya menjinakkan dan menghambat penyebaran api meski mendapat kesulitan karena kuatnya tiupan angin serta kondisi yang sangat kering.

Kebakaran tersebut menewaskan 21 orang dan menyebabkan lebih dari 3.500 ribu unit bangunan hancur lebur. Sebagian besar wilayah utara California yang didominasi oleh perkebunan anggur, juga diselimuti oleh kabut asap.

Sedikitnya 22 titik api yang tersebar di sembilan wilayah, menghanguskan area sekira 68.797 hektar sejak kobaran si jago merah pertama kali terdeteksi pada Minggu 8 Oktober malam waktu setempat. Otoritas setempat menganggap musibah tersebut sebagai kebakaran hutan paling mematikan sepanjang sejarah California.

Juru bicara Sonoma County, Jennifer Laroque menuturkan, lebih dari 550 orang dilaporkan hilang di wilayahnya hingga Rabu 11 Oktober pagi waktu setempat. Ia masih belum dapat memastikan apakah orang-orang hilang itu ikut menjadi korban tewas akibat kebakaran atau mengungsi ke wilayah lain tetapi tidak melapor kepada otoritas.

Diwartakan Reuters, Kamis (12/10/2017), Otoritas Sonoma County mendesak agar warga yang melarikan diri segera memberi kabar kepada sanak saudaranya. Selain untuk saling menenangkan, setidaknya juga dapat membantu otoritas agar lebih mudah melacak keberadaan korban.

Pemadam kebakaran saat ini berpacu dengan waktu agar api tidak menyebar lebih luas. Sebab, berdasarkan ramalan cuaca, wilayah utara California akan mengalami hembusan angin dengan kecepatan 80 kilometer per jam (km/jam) dengan tingkat kelembaban 10% hingga beberapa jam ke depan.

“Petugas kami belum keluar dari hutan dan nampaknya tidak akan keluar dari hutan dalam waktu dekat,” ujar Direktur Departemen Pemadam Kebakaran dan Kehutanan California, Ken Pimlott, dalam konferensi pers.