Medan|Harian88 – Drs Hartoyo kembali mendaftarkan diri maju sebagai bakal calon (Balon) di Pemilihan Legeslatif (pileg) Tahun 2019 dari Partai Demokrat priode 2019-2024. Untuk Daerah Pemilihan Sumut 4 (Sergai-Tebing Tinggi).

Kepastian pendaftaran itu dibuktikan anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut itu, setelah mengambil formulir pendaftaran di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara (Provsu) di Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa 8 Mei 2018.

Melalui pesan singkatnya, Drs Hartoyo menjelaskan kalau keinginan maju kembali sebagai calon legeslatif Sumut sangat kuat. Sebab, secara tegas dirinya ingin tetap membangun komunikasi yang produktif antara rakyat dan wakilnya.

“Itu visi saya dalam menjalankan amanah dan tanggungjawab sebagai wakil, khususnya kepada daerah pememilihan saya,”ucap Hartoyo. Sebagai wakil yang sudah dipercaya rakyat, mulai dari DPRD tingkat kabupaten, tentunya itu tidak mudah. Harus ada kesinambungan dalam menciptakan hubungan yang sudah harmonis.

Sehingga tidak ada lagi jarak dan kesenjangan antara pelayanan kepada rakyat.”Misi itu juga yang menguatkan tekad saya maju kembali, sehingga dapat menjaga visi misi yang sudah tertanam,”paparnya. Selain itu, membangun pemahaman dan karakter berpolitik yang bersih, cerdas dan santun, juga menjadi misinya kedepan.

Ia tetap ingin berklaborasi (kerjasama) yang terukur, transparan dan mampu menciptakan solusi. Untuk itu, dirinya menyakinkan untuk tetap kreatif dan inovatif dalam menerima, merespon dan memberi solusi terhadap aspirasi masyarakat. Menjadi landasan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Dengan membawa motto ‘sederhana, aspiratif dan komunikatif’, Drs Hartoyo yakin akan selalu berdiri di pada jalur demi kemasalahan umat.Sekedar mengingatkan, disaat memangku Sekretaris Komisi C, Drs Hartoyo  menjadi salahsatu yang mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar tarif tol Medan-Tebing Tinggi di revisi kembali.  Pasalnya, ia menilai tarif tol tersebut masih terlalu mahal dan memberatkan masyarakat.

Tarif tol yang dianggap terlalu mahal, kemungkinan menjadi efek dari masih enggannya para supir memanfaatkan fasilitas tersebut, padahal sangat efektif memperpendek jarak tepuh,paparnya.

Disini, saya bukan tidak mendukung pembangunan. Namun, harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan rakyatnya.”Coba kita lihat, dari kampung Pon ke Kuala Namun tarifnya Rp41 ribu, berbanding jauh dengan Medan-Belawan yang hanya Rp7,5 ribu saja,”jelas Hartoyo. Selain itu, karena bangunan tol yang belum selesai dibangun, sehingga kita belum ketahui titik kelemahannya.

Ia juga berharap, jalan lintas umum Medan-Tebing Tinggi harus dimaksimalkan, sehingga mampu menghidupkan Usaha Kecil Menengah (UKM), khususnya disepanjang Jalan Perbaungan, Sei Rampah. Sebelumnya, Dra. Hj. Dartati Damanik selaku apoteker didampingi pengurus DPD Partai Demokrat Sumut menyerahkan berkas pendaftaran kepada Drs Hartoyo yang didampingi Budiono dari  tim inti dalam menyukseskan dalam pileg 2019.(jamlun88)