Sipirok|Harian88 – Panen cabai keriting petani Sipirok, kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2018 cukup menjanjikan. Harga jualnya per kilo mencapai Rp35 ribu.

“Alhamdulillah dibanding tahun 2017 pengahasilan tahun ini (2018) tergolong cukup lumayan, “kata Mara Adil Hutasuhut seorang petani cabai di dusun Poldung desa Sampean, Sipirok kepada Antara, Minggu.

Menurut dia kenaikan harga jual diakibatkan pasokan cabai dari luar daerah cenderung menurun. Tambah, sedikit petani lokal yang pmenanam cabai sehingga komoditi cabai tidak membanjir.

“Enam bulan lalu harga jual komoditi cabai keriting sempat jatuh dikisaran harga 7-10 ribu/kilo. Saat ini harga jual cabai keriting lokal tingkat pengumpul dihargai Rp35 ribu/kilo,”tuturnya.

Dia sendiri menanam cabai keriting diatas lahan sekitar 0,5 hektare dengan jumlah enam 6 mulsa (ukuran satu mulsa sekitar 250 meter panjang dan 120 cm lebar dengan jarak tanam 60×60 cm dengan volume bibit 900 batang,”sebutnya.

Dalam 2,5 – 3 bulan setelah ditanam potensi panen dalam per batang bisa mencapai 0,8 – 1 Kg.”Pabila harga jual Rp35 ribu x 5400 batang (6 mulsa) produktivitas selama panen kita bisa menghasilkan uang maksimal senilai Rp189 juta,”ujarnya.

Mara Adil berharap harga jual komoditi cabai keriting lokal di daerahnya itu tetap bisa bertahan bahkan naik lagi sampai lebaran mendatang.