Medan|Harian88 – Potensi sektor pertanian dan holtikultura di Provinsi Sumatera Utara yang sangat beragam dan memiliki kualitas yang bagus berpotensi untuk dijadikan sebagai komoditas ekspor.

Hal itu disampaikan Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat ketika meninjau hasil pertanian dan holtikultura pada penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Sumut di salah satu hotel di Medan, Kamis.

Selama ini, kata Djarot, bertahun-tahun komoditas ekspor Sumatera Utara masih berpatokan pada komoditas sawit dan karet.

Padahal, masih banyak hasil bumi lainnya dari Sumatera Utara yang layak untuk dijual ke negara lain seperti hasil pertanian dan buah-buahan yang memiliki kualitas cukup baik.

“Makanya untuk ekspor jangan hanya bertumpuk pada sawit dan dan karet saja. Ada produk-produk pertanian yang holtikultura seperti jeruk, alpukat, salak, dan kopi yang berpotensi juga,” katanya.

Menurut Djarot, Sumatera Utara memiliki komoditas hortikultura yang sangat dicari negara lain seperti buah manggis dan alpukat

Kondisi yang lebih menggembirakan, buah-buah bisa terus ada karena masa panennya tidak sama. “Lihatlah buah-buah kita ini, sangat bagus. Dan masaknya (panen) pun tidak bersamaan,” katanya.

Demikian juga dengan buah jeruk asal Sumatera Utara yang memiliki cita yang sangat manis sehingga cukup berpeluang untuk diekspor.

Namun, tampilan jeruk asal Sumatera Utara itu dinilai kurang menarik jika dibandingkan dengan komoditas serupa dari negara lain karena menggunakan obat kimia dalam bercocok tanam ya.

Meski demikian, faktor itu justru membuat jeruk asal Sumatera Utara sering dicari karena lebih sehat. “Kalau berbentuk bagus itu berbahanya karena mengandumg kimia,” ujar mantan Wali Kota Blitar itu.

Usai dari stan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Djarot Saiful Hidayat didampingi wakilnya Sihar Sitorus meninjau stan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sumut.

Di stan Dinas Koperasi dan UKM, cagub yang didukung PDI Perjuangan dan PPP tersebut menekankan pentingnya kualitas produk demi menarik minat pembeli.

“Kalau kualitas produknya bagus otomatis masyarakat akan mencarinya,” ujar Djarot.

Untuk menghasilkan produk yang berkualitas tersebut, pelaku UKM di Sumatera Utara harus memiliki kreativitas dan inovasi.

Pelaku UKM di Sumatera Utara diharapkan tidak terlalu mengkhawatirkan modal. Jika mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, pihaknya akan menyiapkan pendanaan untuk pengembangan UKM.

“Untuk pendanaan itu mudah, yang penting punya keterampilan. Kalau punya keterampilan pasti modal itu datang. Kita siapkan kredit,” kata Djarot.(lau)