Jakarta|Harian88 – Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai petani tidak boleh menjadi korban dan harus dilindungi dari para tengkulak serta kebijakan impor beras agar bisa makin sejahtera.

“Petani tidak boleh menjadi korban. Mereka harus dilindungi dari tengkulak, dari harga pasar yang mencekik. Intinya, stok pangan cukup, tetapi para petani juga harus semakin sejahtera,” kata Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam siaran persnya yang diterima Antara di Jakarta, Jumat (13/4).

Pernyataan SBY tersebut disampaikan saat bertemu petani di Desa Pandansari, Kecamatan Warungasem, Batang, Jawa Tengah, Jumat (13/4). Disana, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan ratusan petani, yang lagi-lagi mengeluhkan kebijakan pemerintah terkait impor beras.

Sebelumnya dalam dialog dengan para petani menyampaikan beberapa keluhan.

Salah seorang petani, Eko, mengatakan ada dua persoalan berat yang kini mendera petani di daerahnya.

Pertama, impor beras yang dilakukan oleh pemerintah, membuat harga jual gabah petani menjadi kian murah.

“Persoalan kedua, tidak adanya perlindungan pemerintah terhadap petani dalam hal penjualan gabah. Selama ini kami sudah bekerja keras, menanam, merawat dan memanen, namun yang menikmati hasilnya adalah para tengkulak,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan petani kopi dan teh, Wireko. Menurut Wireko, lebih dari 3.000 kepala keluarga petani teh yang ada di Batang, masih menggantungkan nasib mereka kepada tengkulak.

“Pertanian teh berbeda dengan kopi. Jika kopi kita sudah bisa mengolah hingga menjadi kemasan. Tapi kalau teh tidak, kita masih begantung kepada tengkulak karena tak punya alat olah,” paparnya. Karena itulah, para petani tersebut mengharapkan masukan dan solusi dari SBY. .

Tugaskan kadernya

Menanggapi hal itu, SBY mengaku, keluhan tersebut bukan hal yang baru ia dengar. Selama lawatannya di Jawa Barat dan Jawa Timur, para petani berulang kali mengeluhkan persoalan yang sama.

Namun, SBY mengatakan, saat ini ia bukan lagi seorang presiden, sehingga tidak bisa mengambil kebijakan apa-apa. Namun, sebagai ketua umum partai politik, ia berjanji akan menugaskan kader-kadernya di eksekutif dan legislatif, untuk memperjuangkan harapan petani tersebut.

“Itulah gunanya kami datang berkunjung ke daerah-daerah. Kami ingin mendengar langsung aspirasi dari rakyat, sehingga kami bisa mencarikan solusi yang terbaik untuk mengatasinya”¿ kata Presiden RI ke-6 itu.