Medan|Harian88 – Sejumlah kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menetapkan Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy (Romi) sebagai DPO’ atau daftar pencarian orang . Hal itu terlihat saat sejumlah kader membubuhkan tulisan DPO terhadap ketua umum mereka, sebagai ungkapan protes kader menolak keputusan dukungan terhadap Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus dalam Pilgubsu 2018.

Pantauan wartawan Kamis (11/1) kader-kader PPP Sumut yang menunggu Ketua DPW PPP Sumut Yulizar Parlagutan. Mereka ingin memberikan dukungan terhadap Yulizar Parlagutan sebagai Ketua DPW PPP Sumut yang telah dipecat okeh DPP atas sikapnya menolak keputusan DPP.

Baliho besar yang dipasang di kantor PPP Sumut dirobek dan robekan tersebut tepat pada gambar Romahurmuziy masih tetap dibiarkan kader hingga menjadi perhatian warga. Selain itu, wajah Romahurmuziy yang menghiasi mobil VW PPP yang terparkir di halaman kantor juga di corat-coret dengan tulisan “Orang ini DPO”.

Salah seorang kader PPP yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, hal itu adalah sebuah ekspresi kekecewaan kader PPP Sumut terhadap Ketua Romahurmuziy. “Jadi wajar, jika wajah dia kami bakar dan kami coret coret,” tandasnya.

Katanya, keputusan DPP PPP tentang Pilgubsu adalah hal yang fatal dan harus di lawan.
Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Sumut Yulizar Parlagutan Lubis menolak sikap DPP PPP yang memberikan dukungan untuk pencalonan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus pada Pilgub Sumut 2018.

Jabatan Ketua DPW PPP Sumut kemudian dipegang Ihsan Nahrowi yang juga menjabat Ketua DPP PPP Korwil Sumatera.Menanggapi pencopotan dirinya, Yulizar menegaskan akan tetap bertahan. Apalagi struktur PPP di Sumut, menurut Yulizar lebih mengakui dirinya sebagai Ketua DPW PPP.

Tanya saja pada sturktur partai di Sumut. Tanya, siapa yang diakui mereka sebagai ketua. Gak masalah saya walaupun dipecat. Itu resiko perjuangan. saya tidak akan mundur,” ucap Yulizar.

Yulizar menyesalkan sikap DPP PPP. Awalnya DPW PPP Sumut telah merekomendasikan tiga nama Cagub Sumut ke DPP PPP yakni Syamsul Arifin, Tengku Erry Nuradi, dan Edy Rahmayadi. Akan tetapi, rekomendasi itu ditolak.

“Tiga nama itu yang kita rekomendasikan. Tahu-tahu yang turun Djarot. Akhirnya kita bisa memahami. Tapi kita minta syarat. Karena PPP azas Islam, berlambang ka’bah, jadi kita menginginkan Djarot berpasangan dengan figur muslim. Jadi kita sodorkan lagi nama-nama tadi untuk menjadi cawagub, ternyata yang keluar pasangan pelangi. Makanya kita tolak,” tegasnya.

Yulizar menegaskan penolakan DPW PPP Sumut terhadap Djarot-Sihar bukan karena mereka punya masalah dengan PDI Perjuangan. Akan tetapi mereka tidak menginginkan jika DPP PPP mengusung figur non muslim.

“Ini bukan persoalan kita dengan PDIP. Kita malah bersahabat dengan PDIP. Aspirasi di DPW, maunya muslim, mau kader PDIP dua-duanya nggak masalah, asal muslim. Kita sudah peringatkan DPP. Kami bertahan pada prinsip Islam. Di luar itu, mohon maaf dengan tegas, DPW Sumut akan menolak. Suara pemilih itu di mana rupanya? di Jakarta? Kan di Sumut,” pungkasnya.(jamlun88)