Lubuk Pakam|Harian88 – Tim Traktor Kuning PSDS Deli Serdang mampu menggilas PS Persewar Marupen Papua dengan stand 1-0, dan berhasil lolos keputaran 16 besar Kompetisi Liga 3 Nasional. Anak-anak PSDS bermain lepas eksis melakukan menover-manover socktrapy menggempur anak-anak gunung emas Freevort, tim yang perdana angkat koper dari Semarang kembali pulang kekampungnya di Papua.

Pemain PS Persewar Marupen berasal dari gunug emas Freevort Papu dinilai satria dengan derita kekalahan dibantai pemain PSDS 1-0 langsung, namun disesalkan anak-anak gunung menilai wasit memimpin pertandingan tidak faer hingga terjadi insiden. Sikap tidak terpuji itu dilakukan pemain PS Persewar Marupen Papua menodai Kompetisi Liga 3 Nasional, yang berlangsung di Stadion Citarum Semarang, Kamis siang. (7/12).

Insiden terjadi pemain dan pengurus PS Persewar Marupen Papua seperti “grombolan sadis yang sedang kalap”, saat wasit Hulman dari Jakarta Timur diutus PSSI Pusat memimpin pertandingan kedua tim tersebut, Usai pertandingan wasit Hulman didampingi asisten Wasit Rahmat Heri dan Rozak Isrof keduanya dari Kabupaten Bantul, Sebegitu keluar dari lapangan sampai dipintu pagar Stadion Citarum Semarang, langsung saja wasit Hulman dari Jakarta Timur itu ditarik dan disekap langsung dihajar/dianiaya hingga babak belur berlumur darah.

Ironisnya pertandingan sekelas Liga 3 Nasional berlangsung di Stadion Semarang tidak terlihat pihak keamanan, akhirnya Inspektur pertandingan Riyanto dan Match Commisoner pertandingan Agus Hanifuddin keduanya dari Semarang suport jantung dihadrik “grombolan sadis” itu, namun sempat melarikan korban wasit Hulman yang nyaris sekarat ke Rumah Sakit terdekat di Semarang.

Jalan Pertandingan

Sejak kick off debut pertandingan PS Persewar Marupen Papua dengan menggunakan kekuatan penuh formasi 4 striker untuk meraih kemenang, ternyata ambisius penerpan pelatih PS Persewar Marupen Papua Eduard Ivakdalam kandas dan konyol. Tiga serangan seporadis anak-anak Papua sempat merepotkan trio benteng pertahanan PSDS yang dikawal Agus Ferial dan Fazar Ramadhan serta Jerry Rosi Purba.

Tiga kemelut digawang PSDS membuat Dosman Sagala sang pelatih PSDS itu suport jantung, berteriak-triak histris “Sapu bersih, crosing-crosing kesasaran lapangan tengah” sembari memperagakan kedua tangnnya dan sekali-kali sempat menghempaskan kakinya di sentel band Stadion Semarang. Serangan balik pemain PSDS dikordinir gelandang bertahan Syahri Ramadhan dengan dua sentuhan memberi umpan lambung kedaerah pertahanan lawan, duet striker PSDS Muhamad Irsan dan Purnomo gagal mengusai sikulit bundar diblokir tria pertahanan lawan dengan sistem sapuh bersih.

Gelandang tengah PSDS Agung Surya Wardana dua kali mengambil inisiatif shock traphy berhasil mengusai bola, langsung melepaskan tembakan keras kegawang lawan, namun penjaga gawang PS Persewar Marupen Papua Nur Apandi bermain cemerlang berjibaku menepis kedua tembakan Agung itu, sehingga terjadi dua kali tembakan pojok untuk PSDS belum juga menghasilkan gol.

Gempuran pemain PSDS dibangun dari rusuk kiri melaui kaki Kurniawan bekarja sama dengan gelandang serang Ricky Prabowo, sikulit bundar diberikan kembali kepada Agung Surya Wardana, langsung saja memberi umpan kepada pemain bawah PSDS Jerry Rosi Purba, pemain lincah berdarah Batak Karo Jerry Rosi Purba cukup berani menerobos dari pemblokiran dari kaki trio lawan, langsung melakukan tembakan crosing, bola berhasil dikuasai Kapten PSDS Muhamad Iksan didaerah kotak finalti lawan.
Striker handalan PSDS Muhamad Iksan dalam situasi diblokir lawan sempat berkotak-katik menggiring bola kodalam kotak finalti, saat akan melepaskan temkan kemulut gawang lawan langsung saja ditebas pemain bawah PS Persewa Marupen Papua, sehingga Kapten PSDS Muhamad Iksan sepontan jatuh terkapar didalm kotak finalti. Wasit Hulman dari Jakarta Timur memberikan hadiah tembakan finalti kepada pemain PSDS. Kesempatan terbaik tidak disia-siakan algojo PSDS Agung Surya Wardana berhsil mengeksekusi sikulit bundar menit ke 13.

Gol semata wayang membuat pemain PSDS bermain dengan semangat juang tinggi, sedangkan pemain PS Persewar semangatnya semakin membara untuk memblas keklahannya. Permainan pendek dan zig-zag dengan satu dua sentuhan bola diperagakan pemain PSDS, membuat lawan bermain keras menjurus kasar sehingga wasit Hulman yang mempin pertandingan berulang kali memberi peningatan kepada anak-anak PS Persewar Marupen. Sampai turun minum angka tidak berubah dimenangkan PSDS tetap 1-0.

Kasar dan protes
Kick off pertandingan babak kedua pemain PSDS tetap bermain dengan semangat juang tinggi, sedangkan anak-anak PS Persewa Marupen Papua mengandalkan praktek bermain ngotot dan keras menjurus kasar, membuat pemain PSDS bermain jatuh bangun dan tetap eksis mampu mengusai jalannya pertandingan. Pelatih asal Papua Eduward Ivakdalam melakukan penggantian pemain, Rubin Erastus Pati Pame menempati posisi gelandang tengah ditarik keluar digantikan striker murni Sepnath Semboari, namun tidak memiliki pengaruh kepada pemain PSDS.

Debut pertandingan semangkin tidak kondusif, Kepiawayan gelandang tengah PSDS Agung Surya Wardana yang mampu merettem kecepatan dan keagresipan rekan seperjuangannya, sempat menjadi bulan-bulanan ditackling lawan dari belakang tanpa bola. Wasit berulang kali memberikan peringatan keras kepada pemain PS Persewa Marupen Papua, Yesaya Kogoya dan Jefri Hendri Bisai,

Peringatan wasit tidak ditema kedua pemain asal Papua itu sempat dua kali mengejar dan memprotes wasit, tetpi wasit tetap mengunci kartu disakunya, akhirnya pelatih PS Persewar Marupen Papua Eduard Ivakdalam menarik keluar Yesaya Kogoya digantikan dengan Arifin Marlino Fatubun. Baru lima menit dilanjutkan pertandingan pemain handalan PSDS Agung Surya Wardana sempat terkapar dan kembali terduduk sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, keadaan pesakitan memberiakn kode isyarat keluar dari lapangan pertandingan karna kakinya mengalami cedra serius.

Kondisi demikian pelatih PSDS Dosman Sagala tidak ambil pusing dengan serangan dan sikap lawan anak didiknya yang bermain kasar ala kampungan itu, Dosman tetap berprinsif tidak ingin bermain sistem bertahan. Pemain Gelandang tengah Agung Surya Wardana digantikan pemain lincah striker murni Roy Munthe, tidak capek-capeknya Dosman intruksikan baraisan pertahanan PSDS bermain sapu bersih, dan pemain gelandang cukup satu dua sentuhan tembakan bola arahkan kedaerah sasaran lawan.

Sistem dilakukan Dosman Sagala membuat pemain lawan menguras setamina tanpa mengusai sikulit bundar, namun pelatih dari tim Papua sepontan melakukan penggantian pemain, Gelandang tengah Jepri Hendri Bisai dikeluarkan masuk pemin striker Melianus Piter Makaer. Suasana jalannya pertandingan sempat berbalik arah anak-anak PS Persewar Marupen Papua sekitar 5 menit mulai mengusai jalannya pertandingan.

Daerah pertahanan PSDS sempat diserang dengan bombardir tembakan tidak terarah, serangan anak-anak dari Papua dengan praktek permainan keras menjurus kasar, sehingga duet benteng pertahanan PSDS sempat terpancing bermain keras menjurus kasar, sehingga Agus Ferial dan Fazar Ramadhan dengan berbeda waktu sama mendapat kartu kuning dari wasit Hulman.

Melihat situasi pemain PSDS semakin goyah, Tim manejer PSDS Deli Serdang H. Juniman sempat gelisah dan memanggil Dosman Sagala yang eksis berteriak-triak histris dipinggir lapangan. Solusi terbaik diberikan H. Juniman sepontan Dosman Sagala secara maraton menarik kedua pemain bawah PSDS. Agus Ferial ditarik keluar digantikan Ricky Ramadhan, berikut Fazar Ramadhan digantikan Ahmad Jaliansyah.

Barisan pertahanan PSDS semakin kokoh dan sistem debut pertandingan kembali berbalik arah anak-anak squad tim Tractor Kuning berhasil menguasai daerah pertahanan lawan. Sampai akhir pertandingan dipimpin Wasit Hulman dari Jakarti Timur, hasil pertandingan tetap stand 1-0 untuk PSDS Deli Serdang. (Sft).