Langkat|Harian88 – Realisasi panen padi sawah petani di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara hingga awal Januari 2018 mencapai 96.059 hektare dari rencana panen seluas 88.178 hektare atau 108,94 persen.

“Realisasi panen padi sudah melampaui dari target yang kita tetapkan namun hasil produksinya belum kita ketahui dikarenakan harus melibatkan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan perhitungan di mana dalam waktu dekat ini akan dilakukan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah Kabupaten Langkat Nasiruddin di Stabat, Kamis.

Ia menjelaskan kawasan penyuplai realisasi panen terluas di daerah yang mempunyai irigasi teknis, seperti Kecamatan Sei Bingai, Bahorok, Sirapit, Salapian, Kuala, Sei Lepan, dan Stabat.

“Kawasan ini merupakan lumbung padinya Langkat, di mana petani di sini sudah melakukan penanaman tiga kali dalam setahun,” ungkapnya.

Selain itu, realisasi panen padi gogo (ladang) di kawasan tadah hujan, seperti Kecamatan Tanjungpura, Hinai, Secanggang, dan beberapa tempat lainnya seluas 578 hektare dari rencana panen seluas 629 hektare atau 91,89 persen.

“Tentu ini potensi besar terhadap keberhasilan peningkatan swasembada beras di daerah ini sekaligus guna mendukung ketahanan pangan nasional diharapkan Langkat akan terus menjadi daerah swasembada di Sumatera Utara,” katanya.

Apalagi, katanya, bila irigasi teknis di Kecamatan Stabat dan Wampu bisa rampung secepatnya, hal itu dapat mengairi persawahan seluas 10.000 hektare sehingga akan berdampak positif bagi peningkatan penanaman dan produksi padi.

Sekarang ini, pihaknya juga sudah diminta Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara untuk meningkatkan rencana tanam seluas 101.000 hektare.

“Tentu ini merupakan tantangan dan peluang yang harus disikapi dengan bijak untuk terus mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada beras untuk masa yang akan datang. Kita juga sudah rapatkan dan bahas dengan berbagai kelompok tani yang ada di daerah ini,” kata dia.