Jakarta|Harian88 – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan(Kemendikbud) menyatakan terjadi penurunan nilai rerata Ujian Nasional (UN) jenjang SMA atau sederajat tahun akademik 2017/2018. Penurunan terjadi pada mata pelajaran (mapel) matematika, fisika, dan kimia.

Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan, berdasarkan analisis, ada indikasi kuat bahwa penurunan nilai UN karena dua faktor. Pertama, adanya soal bernalar tinggi atau High Thinking Order Skill (HOTS).

Kedua, dia menyebutkan, hal yang berpengaruh lebih besar, yakni perubahan moda UN dari berbasis kertas (UNKP) ke berbasis komputer (UNBK). “Perubahan moda ini luar biasa,” kata Totok ketika menggelar taklimat media mengenai Hasil UN jenjang SMA sederajat digedung Kemendikbud, Jakarta, Selasa (8/5).

Untuk jenjang SMA jurusan IPA, kata Totok, nilai rerata hasil UN mapel matematika tahun 2018 mencapai 37,25. Angka itu mengalami penurunan sebesar 4,67 dibandingkan tahun 2017 dengan nilai rerata 41,92.

Sementara itu, untuk jenjang SMA jurusan IPS, penurunan nilai UN mapel Matematika tahun 2018 mencapai 4,73. Untuk jenjang SMA jurusan bahasa, penurunan nilai UN mapel matematika mencapai 2,48.

“Untuk pelajaran Bahasa Indonesia, baik jurusan SMA IPA, IPS, dan Bahasa cenderung tidak mengalami penurunan. Ini mesti disyukuri,” kata dia.

Selanjutnya, jelas Totok, nilai rerata UN mapel Fisika tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 5,35. Untuk nilai rerata UN mapel kimia mengalami penurunan sebesar 2,68 dan nilai rerata UN mapel Biologi turun sebesar 0,69.

Di jurusan IPS cenderung mengalami penurunan. Dari enam mapel yang diujikan, hanya nilai rerata Bahasa Inggris yang mengalami peningkatan sebesar 0,78. Sementara rerata mapel Bahasa Indonesia, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi, mengalami penurunan.

“Untuk jurusan Bahasa yang terkoreksi (nilai rerata turun) hanya mapel matematika dan Bahasa asing saja. Untuk mapel Bahasa Indonesia,Bahasa inggris, sastra, dan antropologi mengalami peningkatan,” kata dia.