Warna kuning yang menggoda dan bulir yang segar membuat jeruk jadi salah satu buah yang paling enak disantap saat udara panas.

Ada yang menikmatinya dengan dibuat jus atau langsung dimakan begitu saja setelah dikupas.

Hanya saja, bukan cuma mengupas kulit buahnya, sebagian orang kerap membuang serabut putih yang menempel pada daging buah jeruknya.

Bagian serabut ini dianggap merusak kenikmatan jeruk karena rasanya yang sedikit pahit. Padahal sebenarnya serabut putih jeruk ini memiliki manfaat selayaknya daging buah jeruk.

1. Sumber serat

Buah-buahan termasuk jeruk adalah sumber serat untuk tubuh. Namun dikutip dari Live Science, serat pada buah jeruk tidak berada pada seluruh bagian buah. Sumber serat justru terdapat pada serabut putih.

Anda akan mendapat manfaat berupa serat jika jeruk dikonsumsi bersama serabut putihnya. Membuang serabut ini akan mengurangi kandungan serat hingga 30 persen.

Serabut putih ini sebenarnya mengandung pektin. Pektin bermanfaat untuk mengobati diare dan mengontrol kadar kolesterol darah.

2. Sumber vitamin C

Jeruk dikenal kaya akan vitamin C. Dikutip dari The Health Side, kandungan vitamin C pada daging buah sama dengan vitamin C pada serabut putih. Otomatis konsumsi daging buah bersama serabut putihnya akan menambah asupan vitamin C untuk tubuh.

“Vitamin C pada jeruk berhubungan dengan penurunan risiko kanker kolon karena mencegah mutasi DNA mengambil alih,” kata Laura Flores, ahli gizi yang berbasis di San Diego, California.

 

3. Kaya antioksidan

Salah satu jenis antioksidan, flavonoid, banyak terkandung pada serabut putih jeruk. Kandungan ini memberikan peningkatan sistem imun tubuh, anti inflamasi atau peradangan dan antimikrobial.

Kandungan vitamin C dan beta cryptoxanthin sebagai bentuk antioksidan berguna untuk melawan penyakit peradangan sendi. Berdasarkan studi pada 2005, konsumsi satu gelas perasan jeruk segar per hari dapat melawan peradangan sendi.