Medan|Harian88 – Keputusan DPP Partai Demokrat yang memberikan dukungan ke pasangan Edy Rahmayadi – Musa Rajeckshah (Eramas) di Pilgub Sumut 2018 menuai sikap kontra dari beberapa Kader Partai Demokrat Sumut.

Tiga pengurus Partai Demokrat Sumut yakni Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) Ronald Naibaho, Wakil Koordinator Bidang Seni dan Artis Lasni Sitorus dan Anggota KPP Edi Sughandhy memilih mundur dari Partai Demokrat.

Ronald Naibaho menyebut surat pengunduran dirinya dan dua rekannya sudah diserahkan kepada Plt Ketua Partai Demokrat Sumut dan KPU Sumut.

Alasan pengunduran diri para kader, antara lain karena tidak sepaham dengan DPP Partai Demokrat dalam hal dukungan kepada pasangan calon di Pilgubsu 2018.

“Pada Pilkada Sumut 27 Juni 2018 yang akan datang, pilihan saya berbeda dengan yang diputuskan DPP Demokrat, maka dengan ini saya dengan sadar menyatakan mundur dari anggota dan jabatan Ketua BPOKK Partai Demokrat Sumut periode 2016-2021,” kata Ronald sebagaimana bunyi poin 3 surat tersebut.

Selain alasan itu, pengunduran diri Ronald juga karena pencopotan Ketua DPD Partai Demokrat Sumut JR Saragih yang dinilai tidak sesuai mekanisme dan Peraturan Organisasi Nomor : PO.03/DPP.PD/IV/2013 tentang Jangka Waktu Kepengurusan dan Pelaksana Tugas Partai.

Sekadar informasi, DPP Partai Demokrat memutuskan mengalihkan dukungan kepada ERAMAS, Jumat (11/5/2018), karena JR Saragih-Ance Selian yang diusung Demokrat, PKPI dan PKB tidak memenuhi syarat sebagai Calon Gubernur Sumut.
Kemudian pada Senin (2/4/2018), JR Saragih menyatakan dukungannya kepada pasangan Djarot-Sihar (DJOSS).