Medan|Harian88 – Tiga kawanan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil diamankan Tim Reskrim Polsek Medan Kota, satu orang diantaranya terpaksa ditembak dibagian kakinya karena mencoba melarikan diri ketika hendak ditangkap, Rabu (11/10) pagi, jam 07.45 wib, dari 2 lokasi berbeda dengan laporan dan korban yang berbeda pu

Bahkan kaki kanan salah seorang pelaku harus kena pelor polisi karena berupaya kabur dan melawan petugas saat akan ditangkap.

Ketiganya adalah Tua Panjaitan (37), warga Jalan Bromo, Gang Kurnia, No. 10, Ayub Khairudin Nasution (22), warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Satria dan Rony (37).

Kapolsek Medan Kota, Kompol Martuasah Hermindo Tobing, Kamis (12/12), menceritakan penangkapan bermula, ketika personil Reskrim Polsek Medan Kota yang tengah patroli tiba-tiba melihat ada 2 orang dengan gelagat mencurigakan di areal parkir Hotel Garuda Plaza, Jalan SM Raja, Medan. Ternyata eh ternyata, keduanya sedang beraksi mencuri kereta Suzuki Satria FU milik M Thamrin, salah seorang pekerja hotel. Kedua pelaku adalah Tua Panjaitan dan Ayub Khairudin Nasution. Petugas pun langsung meringkus keduanya. Saat digeledah, petugas menemukan barang bukti berupa 2 kunci letter T. Kedua tersangka bersama barang bukti kunci letter T dan kereta korban digelandang ke Mapolsek Medan Kota untuk proses lebih lanjut, sementara korban M Thamrin disarankan untuk membuat laporan. Korban pun membuat laporan dengan No: LP/905/K/X/2017/SU/Polrestabes/Sek Medan Kota, tanggal 11 Oktober 2017.

“Dari kasus ini, kita lakukan pengembangan. Karena dari hasil interogasi, pelaku Tua Panjaitan ini mengaku kalau dia pernah melakukan aksi pencurian serupa dengan rekannya yang lain. Korbannya atas nama Sahrul, juga membuat laporan ke kita dengan No. LP/906/X/2017/ Sek Medan Kota. Tempat Kejadian Perkara (TKP)-nya di Jalan Brigjen Katamso, Komplek IBC, No.45, Kelurahan Suka Raja,” beber mantan Kanit Reskrim Polres Deliserdang ini.

Dari hasil pengembangan itu, sambung Martuasah, tepat jam 10.00 wib, personilnya membekuk 1 pelaku lainnya, Rony di Jalan Warni, Kelurahan Suka Raja. Bersamaan dengan itu, petugas menyita 1 unit kereta Yamaha Jupiter MX karena diduga merupakan hasil kejahatan.

Saat diinterogasi, Rony kembali mengakui kalau dia dan Tua Panjaitan juga pernah beraksi di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di Komplek Tomang Elok. “Kita interogasi tersangka Rony ini dan dia mengaku juga pernah mencuri kereta di Komplek Tomang Elok. Kita lanjutkan pengembangan ke komplek itu,” tutur mantan Kanit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan Ini.

Nah di sinilah kaki kanan tersangka, Tua Panjaitan tertembus pelor polisi. Saat tengah pengembangan, tiba-tiba Tua Panjaitan berusaha melarikan diri dengan melawan petugas. Tak ingin tersangka kabur begitu saja, petugas pun memberikan tindakan tegas dan terukur. Doorrr….!!! Kaki kanan Tua Panjaitan, tepatnya di bagian betis, mengucurkan darah segar karena tertembus sebutir timah panas yang keluar dari moncong pistol polisi. Tua Tarigan pun terjerembab dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan.

“Ketiganya kita jerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman penjara di atas 5 tahun,” kata Martuasah. (koto88).