Sibolga|Harian88 – Walikota Sibolga, Syarfi Hutauruk bersama dengan Kepala KPw BI Sibolga Suti Masniari Nasution, Kapolres Sibolga AKBP Edwin H Hariandja memantau perkembangan harga-harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1439 H, Jumat siang.

Peninjauan harga ini dilakukan usai rapat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), di Bank Indonesia Sibolga.
Adapun materi rapat TPID adalah membahas ketersediaan stok pangan untuk kebutuhan pokok masyarakat sekaligus mencarikan solusi untuk mengantisipasi jika harga barang mengalami kenaikan, sehingga stabilitas harga dapat terkendali.

Menurut Walikota, kegiatan peninjauan rutin dilakukan pihaknya setiap tahun untuk memantau dan mengetahui perkembangan harga-harga kebutuhan pokok menjelang hari-hari besar keagamaan yang biasanya mengalami lonjakan kenaikan harga.

“Kami tadi rapat bersama Forkopimda dan Bank Indonesia untuk pengendalian inflasi daerah Kota Sibolga menghadapi bulan suci Ramadhan. Kita membahas soal stok pangan kebutuhan pokok masyarakat, baik itu ketersediaan bahan maupun harga jangan sampai naik,” ujar Syarfi Hutauruk kepada wartawan usai melakukan kunjungan ke pasar.

Syarfi pun mengungkapkan hasil pemantauan yang dilaksanakan pihaknya, hingga lima hari menjelang bulan suci Ramadhan ketersediaan stok pangan di Kota Sibolga mencukupi.

“Tidak hanya pedagang eceran, kita juga memantau ke distributor. Ternyata di lapangan, barang cukup, baik itu beras, tepung, gula, telor, minyak, dan lain-lain,” ujarnya.

Harga bahan pokok menjelang bulan puasa sampai hari ini masih stabil, bahkan ada yang dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.
Disebutkan Syarfi, pihak kepolisian dan Forkopimda juga berkomitmen akan ikut mengecek distributor maupun pedagang eceran, yang kedapatan melakukan tindakan penimbunan barang, akan ditindak secara hukum.

“Dengan stabilitas harga pangan, menghadapi bulan puasa masyarakat tenang dan nyaman melaksanakan ibadah dan kebutuhan mereka juga terpenuhi dengan cukup dan harganya juga tidak melonjak,” tuturnya.

Disinggung tentang keberadaan gas elpiji yang 3 kg yang sering dikeluhkan oleh masyarakat. Menurut Walikota pihaknya akan melakukam peninjauan ke restoran dan hotel, jika kedapatan masih menggunakan gas bersubsidi, akan dikakukan tegoran maupun tindakan.

“Akan kita sisir dulu restoran dan hotel yang menggunakan elpiji 3 kg, yang kedapatan akan kita tegor atau diberi tindakan tegas,” ancamnya